PRABOWO RESMI HAPUS HUTANG UMKM, PETANI HINGGA NELAYAN

Selasa, 5 November 2024 - 23.05 WIB

Presiden Prabowo Subianto menandatangani peraturan pemerintah (PP) tentang penghapusan piutang macet pada UMKM dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, serta UMKM lainnya

Jangkauan rimba raya

Presiden Prabowo Subianto menandatangani peraturan pemerintah (PP) tentang penghapusan piutang macet kepada UMKM dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, serta UMKM lainnya. 

Jangkauan rimba raya|| Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menandatangani peraturan pemerintah (PP) tentang penghapusan kredit macet kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam bidang pertanian, perkebunan peternakan, perikanan dan kelautan.

Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani PP yang menghapus alias melakukan pemutihan terhadap utang UMKM, nelayan hingga petani. Penandatanganan PP dilakukan Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/11/2024). 

"Setelah mendengar saran dan aspirasi banyak pihak terutama dari kelompok-kelompok tani dan nelayan seluruh Indonesia, pada hari ini Selasa 5 November 2024, saya akan menandatangani PP nomor 47 Tahun 2024 tanggal 5 November 2024 tentang penghapusan piutang macet kepada usaha mikro kecil dan menengah dalam bidang pertanian, perkebunan peternakan, perikanan dan kelautan, serta UMKM lainnya," kata Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/11/2024).

Dengan ditandatangani nya PP tersebut, Prabowo berharap dapat membantu para produsen yang bekerja di bidang pertanian, UMKM, dan nelayan. "Mereka dapat meneruskan usaha-usaha mereka, dan mereka bisa lebih berdaya guna untuk bangsa dan negara," ungkap Prabowo.

Sambung Prabowo menjelaskan, bahwa tentang hal-hal yang teknis, persyaratan yang dipenuhi akan ditindaklanjuti kementerian maupun lembaga terkait. 

"Dan kita tentunya berdoa bahwa seluruh petani, nelayan, UMKM di seluruh Indonesia dapat bekerja dengan ketenangan, dengan semangat, dan dengan keyakinan bahwa rakyat Indonesia menghormati dan menghargai para produsen pangan yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan negara," ungkapnya.

Komentar

DAERAH NASIONAL AGAMA SOSIAL BUDAYA POLITIK PERISTIWA EKONOMI PENDIDIKAN OLAHRAGA TNI POLRI

Ribuan Masyarakat Ikut Zikir Bersama Mualem dan Abu Amran Waly

Tanggapan Tokoh Aceh Terkait Rencana Kehadiran Habib Rizieq di Aceh

Aktivis Perempuan Minta Pj. Walikota Banda Aceh Hargai Walikota Terpilih

Anggota KPPS Desa Pulo Siblah Diviralkan Tidak Netral, Viral di Grup WhatsApp, Panwaslih Pidie Buka Suara

Pengungkapan Kasus Pembunuhan di Lhokseumawe: Mantan Istri Siri Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Kampanye di Gampong Lampaseh Aceh Illiza-Sa'aduddin Djamal Janji Turunkan Tarif PDAM Jika Terpilih

KETUA KIP ACEH MENDAPAT KECAMAN BANYAK PIHAK PADA PENYEBUTAN NAMA PANGDAM ISKANDAR MUDA

SDN 2 Ronga - Ronga melaksanakan program pelestarian bahasa ibu di sekolah.

Gerak Cepat, TNI-Polri Di Aceh Tengah Bersihkan Tanah Longsor Yang Menutupi Akses Jalan

Gawat…! Kembali Warga Tangkap Pelaku Money Politik Paslon nomor urut 2