KETUA KIP ACEH MENDAPAT KECAMAN BANYAK PIHAK PADA PENYEBUTAN NAMA PANGDAM ISKANDAR MUDA

Jurnalis Media Gajahputihnews.com- Dosen Part-Time-Konsultan Program PPK-PNPM.MP-BRA Kabupaten Bener Meriah- Aceh Tengah (2005-2010) 

Redaksi
2024 Oktober 26

Jangkauanrimbarayanews.com || Banda Aceh - Para pengamat dan masyarakat luas Aceh yang menonton debat perdana Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2024-2029 Pasangan nomor urut satu Bustami Hamzah - M. Fadhil Rahmi dan pasangan nomor urut dua Muzakir Manaf - Fadhlullah, merasa sangat geli melihat ketidak profesionalitas Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Junaidi Yusuf seorang jurnalis dari awak media gajahputihnews.com yang menonton live dari  Kompas TV semalam.

Ketidak profesionalitas KIP Aceh ini terjadi pada salah penyebutan nama Panglima Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda pada acara Debat Perdana Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2024-2029 tadi malam. 

Insiden ini terjadi saat Ketua KIP Aceh memberikan sambutan di acara yang disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun TV nasional.

Pada siaran langsung yang ditonton live oleh masyarakat luas, Ketua KIP Aceh, dalam sambutannya, menyebutkan Pangdam Iskandar Muda sebagai “Mayjen Tni Novi Helmi Prasetya,” padahal Pangdam yang saat ini menjabat adalah Mayjen Tni Niko Fahrizal. 

Ketidak profesionalitas KIP menuai kritikan dari salah seorang awak media Junaidi Yusuf yang juga berlatar belakang aktifis dan berbagai organisasi kemasyarakatan ini. Junaidi mengungkapkan, sangat disayangkan ketidak cermatan Ketua KIP dalam menyebutkan nama pejabat penting di Aceh tersebut.

“Menurut pandangannya ketidak profesionalitas Ini sebenarnya dapat di eliminir seandainya KIP Aceh mensinergikan semua agenda atau kegiatan -kegiatan mereka dengan penguasaan setiap isu agenda dengan terlebih dahulu menguasai materi - materi kegiatan".

Kesalahan  fatal tersebut  seharusnya tidak terjadi dalam acara penting tadi malam terlebih ini debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur Aceh Periode 2025-2030

"Nama pejabat tinggi seperti Pangdam Iskandar Muda seharusnya disebutkan dengan benar karena ini disiarkan secara Live-Nasional". Perihal tersebut dari pengamatan Junaidi mencerminkan ketidak mampuan kinerja Komisioner KIP Aceh yang terus menerus menelanjangi diri sendiri. 

Ketua KIP Aceh dalam kata sambutan nya

“Insiden ini tidak hanya mencoreng citra KIP Aceh, tetapi juga berdampak pada kredibilitas lembaga tersebut di mata masyarakat,” ungkap Junaidi Yusuf. 

Masyarakat dan kita semua sebenarnya mengharapkan pada debat perdana ini menjadi ajang penting untuk memperkenalkan calon pemimpin Aceh lima tahun ke depan. Namun, insiden kesalahan penyebutan nama Pangdam IM tersebut malah menjadi sorotan publik, Junaidi dalam kesempatan ini mengharapkan serta mengingatkan agar KIP Aceh untuk lebih serius dan berhati-hati di agenda dan kerja-kerja mereka selanjutnya dengan memperhatikan materi-materi setiap season tahapan kegiatan nya mengakhiri rilis nya pada media ini. 

Komentar

DAERAH NASIONAL AGAMA SOSIAL BUDAYA POLITIK PERISTIWA EKONOMI PENDIDIKAN OLAHRAGA TNI POLRI

Ribuan Masyarakat Ikut Zikir Bersama Mualem dan Abu Amran Waly

Tanggapan Tokoh Aceh Terkait Rencana Kehadiran Habib Rizieq di Aceh

Aktivis Perempuan Minta Pj. Walikota Banda Aceh Hargai Walikota Terpilih

Anggota KPPS Desa Pulo Siblah Diviralkan Tidak Netral, Viral di Grup WhatsApp, Panwaslih Pidie Buka Suara

Pengungkapan Kasus Pembunuhan di Lhokseumawe: Mantan Istri Siri Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Kampanye di Gampong Lampaseh Aceh Illiza-Sa'aduddin Djamal Janji Turunkan Tarif PDAM Jika Terpilih

SDN 2 Ronga - Ronga melaksanakan program pelestarian bahasa ibu di sekolah.

Gerak Cepat, TNI-Polri Di Aceh Tengah Bersihkan Tanah Longsor Yang Menutupi Akses Jalan

Gawat…! Kembali Warga Tangkap Pelaku Money Politik Paslon nomor urut 2