GAWAT DARURAT LAYANAN RSUZA
GAWAT DARURAT LAYANAN RSUZA
Foto ini merupakan ilustrasi pada sebuah ruangan pasien inap disebuah rumah sakit
Kamis, 14 November 2024
JANGKAUAN RIMBA RAYA || BANDA ACEH - PJ " harus mengevaluasi manajemen Rumah Sakit Umum Zainal Abidin [RSUZA] setelah insiden listrik padam saat pasien menjalani perawatan cuci darah.
Ketika saat terjadi mati lampu kemarin malam itu bukan perkara sepele. Kejadian seperti ini menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit tidak bersiap untuk hal-hal darurat terlepas apapun itu pembelaan dan pembenaran dari pihak terkait rumah sakit itu sendiri.
Saat malam itu listrik di ruang pelayanan cuci darah padam, padahal tidak ada bencana alam semisal gempa bumi atau hal luar biasa lain.
Kemampuan manejemen rumah sakit mengatasi permasalahan dan mengatur rencana cadangan adalah hal penting. Apalagi ke depan, rumah sakit itu bakal mengelola ruang onkologi yang berteknologi nuklir.
Manajemen rumah sakit seharusnya memahami mereka berurusan dengan nyawa manusia. Sedikit apapun kesalahan, itu akan berdampak fatal bagi para pasien yang berharap akan kesembuhan, bukan menambah penyakit.
RSUZA sudah saatnya perlu pembenahan manajemen nya, rumah sakit itu juga seharusnya melakukan perubahan mendasar terkait cara mereka melayani. Mungkin mereka memiliki tingkat pendidikan tinggi, jauh di atas rata-rata pasien. Namun mereka harus paham bahwa mereka bekerja di bidang pelayanan publik bukan selalu menjustifikasi pada hal-hal yang membuat pasien terabaikan seperti matinya lampu tersebut.
Para pejabat di rumah sakit, jangan berpikir bahwa kepuasan itu cukup digambarkan lewat lembaran survei yang diberikan kepada publik. Mereka kudu memperhatikan hal-hal kecil. Hanya sikap kerendahan hati yang memungkinkan mereka untuk melihat hal-hal kecil itu.
Jadi sebelum muncul insiden besar di rumah sakit itu, penjabat gubernur perlu mengevaluasi secara menyeluruh manajemen dan sistem layanan di rumah sakit itu. Kalau memang ada yang tidak pantas, ya seharus dibenahi karena ini menyangkut dengan supervisi.

Komentar
Posting Komentar