Puisi Karya Jacob Ereste : Surat Cinta Kepada Marsinah Di Surga

 

Puisi Karya Jacob Ereste : Surat Cinta Kepada Marsinah Di Surga

Jangkauanrimbarayanews.com 23/04/2018

Jakarat,  – Puisi karya En Jacob Ereste dengan judul Surat Cinta Kepada Marsianh di Sorga akan dibacakan pada acara bertajuk “Ngopi Ngerumpi” dalam rangka memperingati Hari Kartini, di Kantor ILEW jalanVeteran 1 No.33, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018)


Tema yang diangkat dalam acara yang digagas Komite Nasional Rakyat Indonesia Menggugat (KOMNAS RIM) bekerjasama dengan Forum 33 tersebut adalah Perempuan & Politik dengan narasumber Koordinator Asosiasi LBH APIK Indonesia Nursyahbani Katjasungkana, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraeni Mashudi, Ketua Umum Kaukus Perempuan Politik Indonesia Dwi Septiawati Djafar dan Ratu Raja Arimbi Nurtina yang merupakan Kraton Kanoman Cirebon.


Berikut ini lirik puisinya :

*Surat Cinta Kepada MARSINAH di Sorga*

Janji dan harapan besar

Menggantung wanita itu

Sampai kuyu layu terkulai

Tak kunjung berbuah.


Beban yang sarat dipundak

Menyunggi berjuta nasib buruh yang dilemahkan dan dimiskinkan

entah oleh siapa dan untuk siapa

Mungkin juga kau kelak/ketika berkuasa

Menindas dan memeras

Karena kesumat terlanjur lumat

Menjadi warisan jaman.


Kekasihku

Kutulis surat ini

Karena kangen semakin bertalu

Memalu-malu kemaluanku

Menggapai pengadilan yang yang timpang

Tak seimbang.


Kekasihku

Sesampainya surat ini

Deklamasikan pada Malaikat

Agar mereka pun dilaknat

Seperti mereka yang lain

Rakus dan zalim pada saudara kita

Kaum buruh Indonesia.

Kayu Ramin, Jakarta 14 Mei 1993

*Catatan kaki :* Marsinah adalah pahlawan buruh yang gugur dengan kondisi sangat mengenaskan di Porong, Sidoarjo Jawa Timur akibat oleh ulah aparat setempat.


Perjuangan Marsinah yang gigih telah dilakukan tanpa pernah membedakan kepentingan untuk buruh wanita atau buruh lelaki yang sama dizolimi oleh penguasa dan pengusaha.


Marsinah telah menjadi api perlawanan kaum butuh Indonesia untuk tidak menyerah memperjuangkan hak-hak yang sepatutnya dinikmati juga oleh kaum buruh Indonesia, sebagai warga bangsa yang merdeka.***


(Erlangga)

Komentar